Di dalam 10 hari di awal Dzulhijjah

Hadiah Tuhan Buat Hambanya

Tup...tap..tup..tap

     Sudah masuk hari ke enam Zulhijjah 1436. 10 Zulhijjah semakin hampir. Ada apa ya dengan hari tersebut?

Sembelih lembu?
Makan ketupat?
Berkorban?
Hari jadi penulis?
Tarikh nikah penulis?
(kuiz ini tidak ada hadiah disediakan. :) )

Penulis mencari apakah amalan yang boleh penulis lakukan dalam bulan baik ini. Jadi penulis sudah menjumpainya. Penulis suka ikuti laman website Ust Bachtiar Nasir daripada Indonesia. Tambahan, penulis sudah nekad, jika perkara yang baik penulis pasti kongsikannya dengan para pembaca.
(Penulis kan anak muda membina legasi :) ) 

Ramai orang heboh-hebohkan, sharing, liking, tagging amalan yang baik boleh dibuat pada 10 hari terawal Zulhijjah.  Tak sabar nak tahu kan? Memandangkan sekarang pun sudah hujung 10 hari terawal Zulhijjah. Jadi elok lah sekiranya penulis berkongsi terus dengan pembaca.

Di antara keutamaan-keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah adalah:

-   Hari-hari itulah yang dimaksudkan dengan hari-hari yang telah ditentukan oleh Allah untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُ‌وا اسْمَ اللَّـهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَ‌زَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS. Al-Hajj [22]: 28).

-   Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa 10 hari di awal Dzulhijjah ini merupakan hari-hari yang Allah paling mencintai amal sholeh yang dilakukan seorang hamba pada hari itu, bahkan lebih mencintainya daripada jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun. Rasulullah saw. bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ : وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ
Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”. yakni 10 hari pertama dari bulan Dzulhijjah, mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun”. (HR. Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi dan Ahmad).


-   Di dalam 10 hari di awal Dzulhijjah ini ada hari Arafah yang merupakan hari dimana Allah SWT. paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksaan neraka, dan juga merupakan hari di mana doa pada hari itu adalah sebaik-baiknya doa.


عَنْ عَمْرٍو بْنِ شُعَيْبٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ , وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
 ‘Amru bin Syu’aib meriwayatkan dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baiknya do’a adalah do’a hari Arafah dan sebaik-baik doa yang aku dan nabi-nabi sebelumku selalu lafalkan adalah “Laailaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah lahulmulk wa lahulhamd yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir”. (HR. Tirmizi).

-   Di dalam 10 hari ini juga ada hari raya ‘Idul Adha yang merupakan hari awal penyembelihan kurban, dan menurut sebagian ulama hari Idul Adha ini merupakan hari yang paling afdhal sepanjang tahun sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

عَنْ عَبْدِ الله بنِْ قُرْطٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
Abdullah bin Qurth meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa adalah hari an nahr (Idul Adha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr).” (HR. Ahmad, Abu Daud, al-Nasa`i, Ibnu Khuzaimah, Hakim dan Baihaqi).

-   Di dalam 10 hari awal Dzulhijjah inilah sebagian besar amalan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dilakukan oleh para jamaah haji, mulai dari hari tarwiyah di Mina, berwukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melontar Jumrah ‘Aqbah, Thawaf ifadhah dan menyembelih haiwan.

-   Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa di antara sebab keutamaan dan keistemewaan 10 hari awal Dzulhijjah ini adalah karena pada hari-hari itulah berkumpulnya pokok-pokok ibadah dalam Islam dari sholat, puasa, sedekah dan haji, dan itu tidak mungkin dilakukan pada hari-hari yang lain.

-  Tentunya amalan yang paling utama sepanjang 10 hari ini adalah ibadah haji dan umrah ke Baitullah yang jika dilakukan sesuai dengan hukum Allah SWT. maka tidak ada balasannya kecuali surga.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya akan mengahpuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

-   Berpuasa pada hari-hari itu, karena Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa Allah SWT. paling mencintai amal sholeh pada hari-hari itu, dan puasa termasuk amalan yang utama kecuali pada waktu hari raya karena kita diharamkan untuk berpuasa pada hari itu. Lebih khusus lagi disunnahkan untuk berpuasa pada hari Arafah yang keutamaannya adalah dihapuskannya dosa dua tahun bagi yang melaksanakannya.
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Abu Qatadah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang. (HR. Muslim).

-   Berkurban dengan menyembelih kurban pada waktu hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq setelahnya.

عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا ، يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
Dari Anas, ia berkata, “Nabi SAW. pernah berqurban (pada Idul Adha) dengan dua kambing yang gemuk. Aku melihat beliau menginjakkan kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya dengan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafadz Bukhari).

-   Memperbanyak ucapan takbir, tahmid, tahlil dan zikir-zikir lainnya sepanjang sepuluh hari tersebut di setiap tempat yang dibolehkan untuk berzikir kepada Allah SWT.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ ، مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

-  Memperbanyak ibadah-ibadah lainnya karena 10 hari di awal Dzulhijjah ini merupakan hari yang Allah SWT. paling mencintai amal sholeh yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya pada hari-hari itu, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas. Maka hendaklah kita memperbanyak sedekah, sholat-sholat sunnah, silaturrahim, menyantuni anak yatim, beristighfar dan membaca al-Qur`an dan ibadah-ibadah lainnya.

Wallahu a’lam bish shawab..

Comments

Popular posts from this blog

Doa agar Al-Quran jadi sahabat karib

Koleksi Kanvas Tadabbur Tazakkur

I.B.R.A.H : Pemudi Proaktif Dalam Al-Quran